Penyajian Data - Tabel, Diagram Batang, Garis, dan Lingkaran

Konsep bagaimana suatu kumpulan data direpresentasikan
Konsep bagaimana suatu kumpulan data direpresentasikan.

Pengetahuan tentang penyajian data bakal ngebantu teman-teman sekalian yang nantinya akan belajar tentang statistika. Banyaknya informasi akan lebih mudah jika disusun sehingga menjadi lebih rapih.

Daftar Isi

Data

Intinya kali ini kita bakal ngebahas bagaimana suatu informasi dapat diinterpretasikan, dibaca, dan dimengerti lebih mudah.

Kalau anggota-anggota di Tim ISENG nyebutnya sebagai "seni" merepresentasikan/menampilkan informasi, jadi jangan terlalu tegang ya.

Nah bisa jadi, motivasi kita untuk menampilkan informasi dengan cara yang beda sehingga mudah dimengerti karena, banyaknya informasi yang kita miliki. Jika informasinya seperti contoh, kita punya 2handphone(HP), udah gitu aja.

Mungkin dengan informasi berupa jumlah satu kategori barang elektronik saja tidak begitu informatif, dan dirasa cukup mudah dipahami.

Sekarang, kita coba buat daftar barang-barang kelistrikan yang ada di rumah kita. Termasuk yang dimiliki anggota keluarga kita, misal kita ada 5handphone, 3 laptop, 3 TV, 2 kulkas, dan 10 lampu. Sekumpulan fakta-fakta tersebut kita sebut sebagai data.

Dan data-data tersebut, tidak terbatas pada fakta-fakta atau informasi-informasi numeris (secara angka) saja, bisa juga berupa karakteristik atau sifatnya. Seperti ukurannya, besar atau kecil, ada pula harganya, mahal atau murah, dan masih banyak lagi.

Cara Mengumpulkan Data

Kebetulan karena kita di rumah sendiri proses pengumpulan data dirasa cukup mudah, yaitu tinggal melakukan pengamatan terhadap barang-barang sekitar.

Pengumpulan data juga tidak terbatas melalui pengamatan, misal kita ada tugas disuruh mendata jumlah dagangan yang dijual pedagang kaki lima depan sekolah, hal tersebut bisa kita lakukan dengan wawancara.

Proses pengumpulan data dapat dilakukan dengan dua cara, melalui pengamatan dan juga wawancara.

Tabel

Cara pertama untuk menyajikan data dengan cara yang lebih elegan yaitu, dengan membuat suatu kolom (vertikal) dan baris (horisontal). Supaya tidak kaku dan tidak terlalu ketat, sebenarnya boleh menggunakan kreatifitas kalian masing-masing, mau itu dibuat ke pinggir atau ke bawah.

Anggap kita pengen kolom pertama diisi dengan jenis-jenis barang kelistrikan di awal, Seperti TV, kulkas, dan lainnya, kemudian kolom kedua diisi dengan jumlah barang yang bersangkutan.

Maksudnya, jenis barang dengan jumlah yang bersangkutan itu dalam satu baris, seperti berikut tabelnya.

Tabel di mana jenis data berada satu baris dengan fakta data itu sendiri

Kalian juga bisa membuat dengan cara sebaliknya, yaitu baris pertama diisi dengan jenis-jenis barang kelistrikan. Lalu baris kedua berisikan jumlah barang yang bersangkutan, seperti berikut tabelnya.

Tabel di mana jenis data berada satu kolom dengan fakta data itu sendiri

Tabel Kontingensi

Sampai saat ini, kita telah mendata ke dalam bentuk tabel untuk satu kategori saja. Bagaimana jika ternyata, setiap tahunnya barang-barang listrik tersebut bertambah?

Karena ada model yang lebih baru, jadi orang-orang di rumah pada pengen beli (alias kita tidak tukar tambah). Nah data tersebut bisa disajikan menggunakan tabel kontingensi, seperti berikut.

Tabel kontingensi terhadap jumlah barang-barang kelistrikan tiap tahunnya

Diagram Garis atau Grafik Garis

Nah, kalau kita sudah berbicara tentang perubahan, ada informasi lain yang sama pentingnya terhadap jumlah barang-barang listrik sebelumnya. Yakni seberapa besar perubahan yang dialami tiap tahunnya.

Pada penyajian tabel sebelumnya mungkin tidak begitu informatif kalau hanya sekedar melihat hasil akhir ditiap tahunnya.

Dengan menggunakan grafik garis atau diagram garis, perubahan yang dialami pada salah satu jenis barang kelistrikan tersebut dapat diamati lebih mudah.

Yakni dengan melihat curam atau landainya garis penghubung antara data pada tahun tertentu dengan satu tahun sebelumnya (bisa juga dengan tahun berikutnya).

Garis yang curam, tentu menunjukkan adanya perubahan yang drastis, ya bisa jadi bertambah maupun berkurang. Dan sebaliknya, garis yang landai menunjukkan perubahan yang tidak begitu signifikan. Berikut adalah contoh penyajian grafik untuk barang-barang listrik sebelumnya.

Grafik jumlah HP tiap tahunnya

Diagram Batang

Konsepnya mirip banget sama diagram garis sebelumnya, di mana sumbu vertikal sebagai penentu jumlah, kemudian sumbu horisontal sebagai tahunnya.

Pada diagram batang, data sebelum dan sesudah pada tahun tertentu tidak saling terhubung. Biasanya cocok buat melihat mana yang paling tinggi (besar nilainya), dan mana yang paling rendah (kecil nilainya).

Penyajiannya dilakukan dengan menggambarkan suatu balok (persegi panjang), di mana panjang balok tersebut menentukan seberapa besar nilai data pada suatu kondisi.

Kalau kita mengacu contoh sebelumnya, panjang balok menentukan seberapa banyak suatu barang kelistrikan pada tahun tertentu. Untuk ilustrasi sebelumnya, diagram batangnya seperti berikut.

Diagram batang barang-barang kelistrikan tiap tahunnya

Sebenarnya diagram garis juga bagus untuk melihat mana nilai terbesar dan mana terkecilnya, karena bentuknya seperti gunung, bisa kita perhatikan di mana letak puncaknya (nilai terbesar), dan di mana letak lembahnya (nilai terkecil). Silahkan tinggal tukang iseng pilih mana yang nyaman.

Kira-kira, diagram batang cocok gak untuk melihat perubahan data? Sebenarnya bisa-bisa aja. Cuman kalau saya pribadi lebih suka pakai diagram garis, karena saling terhubungnya antar data.

Diagram Lingkaran

Kalau diagram lingkaran paling cocok buat mengelompokkan berdasarkan sifatnya.

Seperti misal, seberapa sering barang tersebut menyala, untuk contoh barang kelistrikan sebelumnya kita kategorikan menjadi, sering, lumayan, dan jarang.

Cara Membuatnya

Kita ambil data sebagai contoh pada tahun 2021. Banyaknya barang yang suka dipakai atau dinyalakan ditentukan berdasarkan besar sudut yang dicakup. Dengan kata lain, bisa juga luas juringnya (bagian dari lingkaran).

Mengacu pada contoh yang sama, semakin besar sudut yang dicakup berarti ada banyak barang yang berada pada kategori tersebut (sering, lumayan, dan jarang).

Karena satu lingkaran penuh memiliki besar sudut sebesar 360^{\circ}, sedangkan jumlah data kita tidak direpresentasikan pada bentuk derajat. Dan satu lagi, nilainya jarang sekali bisa sama persis berjumlah 360, maka kita perlu menyesuaikan data kita.

Caranya bisa dilakukan dengan melakukan pemetaan data. Strateginya adalah menggunakan persentase terhadap seberapa banyak barang pada kategori tertentu terhadap total jumlah barang yang ada.

\% = \frac{\text{jumlah barang pada kategori tertentu}}{\text{total semua barang}}

Jika barang yang sering dinyalakan atau digunakan ada sebanyak 15, dengan rincian 10 lampu, 1 kulkas, 3 HP dan 1 laptop. Untuk yang lumayan ada 2, terdiri dari 1 laptop dan 1 TV, dan yang jarang 1 yaitu TV, maka persentasenya

\%_{\text{sering}} = \frac{15}{18}\times100\% = 83.33\%
\%_{\text{lumayan}} = \frac{2}{18}\times100\% = 11.11%
\%_{\text{jarang}} = \frac{1}{18}\times100\% = 5.56

Artinya kategori sering akan mengisi 83.33% bagian lingkaran, kategori lumayan 11.11%, dan kategori jarang 6.56%, penyajian diagramnya seperti berikut.

Diagram lingkaran terhadap sering atau jarangnya barang dipakai

Untuk menggambarnya, artinya kategori "sering" mengisi sekitar 83.33% dari luas lingkaran seutuhnya. Perhitungan sudutnya yaitu:

360^{\circ}\times83.33\%
360^{\circ}\times0.8333
299.988^{\circ}

Cara yang sama juga dilakukan untuk kedua data lainnya.

Label

Komentar

Search icon