Perubahan Iklim - Bahaya, Penyebab, dan Cara Menyikapi

Saatnya peduli dengan perubahan iklim!
Saatnya peduli dengan perubahan iklim!
Daftar Isi

Bayangin Kalau Gak Ada Air

Coba bayangkan dalam sehari saja kita tidak minum, kira-kira apa yang bakal terjadi dengan tubuh kita? Dehidrasi akan terjadi pada tubuh kita, kulit kering, urin berwarna kuning pekat. Penyakit-penyakit lain pun akan mudah datang pada tubuh kita.

Air diperlukan untuk menjaga suhu tubuh, melindungi organ, serta berperan membawa nutrisi serta oksigen kepada sel tubuh. Yang jadi pertanyaan, memangnya sesibuk apa sih manusia sampai tidak minum seharian? Persoalannya adalah mengenai ketersediannya.

Tentu hal ini patut dipertanyakan juga, memangnya bisa jumlah air di muka bumi ini berkurang? Sejatinya jumlah air itu tidak pernah berkurang, hanya saja ketersedian air yang berkualitas yang akan menjadi perhatian kita saat ini.

Ada banyak faktor yang mempengaruhinya selain pencemaran air oleh limbah pabrik, dan salah satunya disebabkan adanya perubahan iklim.

Mengenal Iklim dan Cuaca

Iklim sendiri sederhananya adalah rerata cuaca yang di ambil dalam kurun waktu yang cukup lama. Kemudian untuk cuaca sendiri kurang lebih merupakan situasi atau kondisi dari atmosfer pada suatu tempat. Kondisi yang dimaksud dilihat berdasarkan suhu serta proses presipitasinya.

Pokoknya hasil yang menuju daratan dari siklus air itu merupakan bagian dari presipitasi, seperti air hujan dan salju contohnya. Ada pula seperti kelembapan, kemudian kecepatan angin, dan tekanan yang merupakan faktor penentu kondisi atmosfer di bumi ini.

Satuan Ukur

Untuk suhu mungkin kita semua sudah tahu baha satuan ukurnya ialah panas, seperti contoh menggunakan derajat Celcius. Lalu, kecepatan angin bisa diukur menggunakan satuan panjang dibagi waktu. Bagaimana dengan presipitasi dan yang lainnya?

Kalau kalian pernah baca-baca berita tentang banjir, biasanya dijelaskan bahwa diakibatkan oleh curah hujan yang tinggi. Curah hujan sendiri biasanya disebutkan dalam satuan milimeter, seperti 2 mm, 5 mm, dan sejenisnya.

Maksudnya gimana tuh? Jadi sederhananya gini, misal curah hujan saat ini adalah 1 mm. Jika kita punya wadah berukuran 1\text{m}^2, maka ketinggian akhir dari air di dalam wadah tersebut ketika hujan berhenti adalah setinggi 1 mm.

Perlu diketahui juga, semakin besar angkanya bukan berarti curah hujan tinggi, karena ada satuan waktu juga yang dipertimbangkan. Seperti contoh, hujan 5 mm selama satu hari mungkin akan tak terasa deras dibandingkan 2 mm selama satu jam.

Lanjut lagi soal metric lainnya, untuk kelembapan satuan ukurnya dihitung berdasarkan jumlah air (berdasarkan massanya) dalam volume udara. Dan untu tekanan dihitung berdasarkan satuan \text{atm}.

Bahaya Perubahan Iklim

Mungkin dari penjelasan tentang iklim, teman-teman sekalian sudah bisa mengartikan ya maksud dari perubahan iklim sendiri. Sekarang kita coba bahas mengenai bahayanya.

Pada awal pembahasan, salah satu contoh dari dampaknya sendiri sudah sangat terlihat bahayanya seperti apa. Air yang merupakan salah satu sumber kehidupan bisa kena imbasnya.

Apakah ada bahaya lainnya? Jawabannya banyak, seperti meningkatnya suhu bumi, seringnya muncul badai, kekeringan, kebakaran hutan, dan seperti yang disebutkan di awal, minimnya cadangan air bersih.

Kenapa Bisa Muncul Badai?

Bagaimana bisa badai sering muncul akibat perubahan ini? Oke kita perlu perjelas dulu, perubahan iklim yang menjadi perhatian kita sejauh ini yaitu berupa pemanasan global.

Meningkatnya suhu cenderung mempengaruhi proses siklus air, lebih rincinya lagi yaitu tahap evaporasinya. Proses evaporasi yang cepat bisa menyebabkan meningkatnya frekuensi hujan. Di tambah lagi seperti ini, kita semua sudah paham bahwa panas itu bentuk energi.

Badai itu terbentuk karena adanya perpindahan energi dari laut ke udara melalui proses evaporasi, kecepatannya dipengaruhi oleh panasanya permukaan laut.

Untuk kekeringan serta kebakaran hutan, mungkin kita semua bisa memahaminya dengan baik, karena hubungan perubahan iklim dengan memansnya suhu bumi.

Nah untuk ketersediaan sumber mata air bersih, mungkin secara kasat mata tidak terlalu terlihat efeknya. Tapi sejatinya ada sesuatu yang terjadi dengan air di bumi ketika pemanasan ini terjadi. Penjelasannya akan sangat biologis, mungkin kita sederhanakan saja, jadi intinya meningkatnya panas air akan mempercepat tumbuhnya tanaman algae. Dan tanaman itu sendiri dapat menghasilkan racun.

Sudah sangat jelas kan bahayanya dari perubahan iklim? Dampaknya memang tidak bisa diremehkan!

Penyebab Perubahan

Sempat disinggung pada pembahasan sebelumnya, kalau perubahan ini disebabkan oleh memanasnya suhu bumi. Apakah bisa suhu bumi berubah? Selain dari lintasan bumi terhadap matahari seperti elips (maksudnya jarak bumi ke matahari bisa jauh atau dekat), memanasnya gara-gara apa nih?

Efek Rumah Kaca

Kalau kalian pernah main ke wisata pemetikan strawberi atau perkebunan lainnya, setidaknya pernah kan melihat ruangan yang diselimuti oleh bagian transparan. Tujuannya adalah untuk menjaga temperatur tanaman di dalamnya.

Panas dari matahari yang memasuki ruangan tersebut hanya sebagian saja yang terpantulkan keluar, selebihnya tetap berada di dalamnya. Makanya kalau kita berada di dalamnya pasti terasa gerah.

Kurang lebih seperti itu proses pemanasan global terjadi, panas dari matahari yang memasuki bumi akan "terjebak" di dalamnya hingga suhunya terus naik. Proses ini dinamakan sesuai dengan analoginya yaitu efek rumah kaca atau greenhouse effect.

Panas terjebak dalam bumi

Mengapa panasnya seolah-olah "terjebak"? Hal ini terjadi karena ada gas-gas di atmosfer yang sifatnya cenderung untuk tidak "mengalirkannya" ke daerah yang lebih dingin.

Di antaranya yaitu seperti gas karbon dioksida CO_2, uap air H_2O, serta gas metana CH_4. Masing-masing mempunyai tingkatannya masing-masing. Dan yang memiliki potensi paling parah yaitu gas metana.

Gas-gas tersebut berasal dari berbagai macam sumber, untuk uap air bisa terjadi karena proses penyumbliman (padat ke gas) es (terjadi di kutub). Gas karbon dioksida dihasilkan oleh pembakaran bahan bakar yang dihasilkan oleh fosil. Sedangkan gas metana dihasilkan dari proses pembusukan, seperti bekas makanan hingga kotoran baik hewan ataupun manusia.

Cara Menyikapinya

Kalau kita cari di internet mengenai gerakkan, demo, hingga peringatan hari hemat energi tuh udah banyak banget beredar. Namun masih saja perubahan iklim ini menjadi masalah besar bagi umat manusia. Kira-kira kita harus ngapain ya?

Jadi begini, orang lain itu adalah sesuatu yang tidak bisa kendalikan. Sejauh ini kita hanya bisa merubah diri sendiri supaya mengurangi jejak karbon. Serta mengajak atau menghimbau kepada sesama agar bijak dalam menggunakan energi.

Mungkin kalian tidak begitu puas dengan jawabannya, namun kenyataannya tindakan dari diri sendirilah yang paling mungkin kita lakukan di samping mendorong/mengajak masyarakat luas.

Terakhir, jika temen-temen pengen selalu update dengan perkembangan informasi mengenai perubahan iklim, kalian bisa pantengin terus situsnya NASA yang satu ini, Global Climate Change.

Label

Komentar

Search icon