Energi Dalam Kehidupan

Konsep dasar fisika mengenai energi
Konsep dasar fisika mengenai energi.

Energi

Kalau kalian pikir-pikir, pernah gak bertanya pada diri sendiri bahwa, siapa yang bertanggung jawab atas kemampuan yang ada di alam ini? Motor, mobil, pesawat bisa melaju dengan kelajuan tertentu, penanak nasi yang awalnya dingin jadi panas, gadget yang kita gunakan bisa menyala, dan masih banyak lagi.

Semuanya berkat suatu konsep yang sifatnya abstrak, yang dinamakan sebagai energi. Pada pembahasan sebelumnya, mengenai kalor dan perpindahannya, kita sudah menyinggung dikit tentang energi, karena kalor pada dasarnya adalah energi, artinya energi itu tidak bisa kita lihat wujudnya.

Tapi keberadaan dan dampak yang terjadi karena adanya energi dapat kita lihat dan rasakan, buktinya suatu kendaraan dapat bergerak, kita dapat merasakan panas, dan masih banyak lagi. Energi itu ada di mana-mana, bahkan kita bergerak pun menggunakan energi, yaitu yang disebut sebagai kalori.

Ada satu prinsip yang kita pegang untuk mempelajari konsep tentang energi, yakni energi itu kekal, maksudnya energi itu tidak bisa dihilangkan dan diciptakan, energi hanya bisa berubah dari satu bentuk ke bentuk lainnya. Pertanyaanya, emang ada berapa macam bentuk dari energi?

Macam-Macam Energi

Kalimat sebelumnya yang mengatakan energi bisa berubah bentuk, mengarahkan kita untuk mengetahui macam-macam bentuk energi. Yang pertama ada energi kinetik, yakni energi dari objek yang bergerak. Coba Tim ISENG mau tanya, kira-kira apa yang dimiliki sama objek bergerak?

Tentu, objek bergerak mempunyai kelajuan, dan kelajuan tersebut mempunyai hubungan dengan energi kinetik. Semakin besar energi kinetik, semakin besar pula kelajuannya. Secara matematis, besar dari energi ini yaitu

E_K = \frac{1}{2}mv^2

, di mana m\,(\text{kg}) merupakan massa objek, dan v\,(\text{m/s}) kelajuan objek.

Benda bergerak mempunyai energi kinetik

Untuk yang kedua, coba kalian lakukan atau dibayangkan juga boleh, kalian lepas suatu benda, misal pensil, dari ketinggian tertentu. Apa yang terjadi? Pensil akan bergerak kebawah, ya gak? Kalau gerak merupakan wujud dari energi, dan energi itu kekal.

Berasal dari mana energi kinetik tersebut? Jadi, energi tersebut berasal dari energi potensial, yakni energi yang dimiliki benda karena posisi atau ketinggiannya, menyebabkan adanya "potensi" untuk bergerak. Secara matematis, besarnya yaitu

E_P = mgh

, m\,(\text{kg}) massa benda, g\,(m/s^2) percepatan gravitasi, dan h\,(m) ketinggi benda.

Perbedaan ketinggian memberikan energi potensial

Dengan prisnip kekekalan energi, semakin nyaman untuk kita mempelajari bentuk energi lainnya, contoh selanjutnya kita ambil dari penanak nasi. Panas yang dihasilkan oleh alat tersebut berasal dari elemen pemanas yang disuplai oleh suatu energi yang dinamakan energi listrik.

Energi listrik muncul karena adanya partikel bermuatan yang bergerak. Kemudian yang keempat, dengan memberi contoh penanak nasi, secara gak langsung kita telah mengatakan bahwa panas merupakan bentuk energi, energi ini biasa disebut juga sebagai kalor.

Manfaatnya tak sebatas itu, teknologi kendaraan dengan bahan bakar minyak juga menggunakan kalor, seperti motor, mobil, pesawat, bahkan beberapa pembangkit listrik pun menggunakan energi panas.

Sumber-Sumber Energi

Sebelumnya kita udah melihat bahwa suatu kondisi (contohnya gerak) dapat terjadi karena adanya energi, yang jadi pertanyaan berasal dari mana energi-energi tersebut? Jawabannya adalah sumber energi lah asal mulanya.

Ada yang menarik di sini, sumber energi berdasarkan periode lamanya sumber tersebut dapat diperbaharui kembali, dibagi menjadi dua kategori, yakni sumber energi terbarukan dan tak terbarukan. Memang sedikit membingungkan di awal ketika kita menggunakan istilah tersebut.

Karena tak terbarukan yang dimaksud sejatinya bukan berarti sumber tersebut, benar-benar hilang dan tak kembali lagi. Namun periodenya yang cukup lama untuk sumber tersebut muncul.

Kita langsung aja ke contohnya, untuk sumber energi terbarukan, yang pertama ada matahari, sumber yang menyumbang energi terbesar di bumi ini manfaatnya beragam, mulai dari menjemur pakaian, hingga pembangkit listrik tenaga surya.

Yang kedua ada angin, serupa dengan matahari, angin juga dapat digunakan untuk pembangkit listrik, yakni dengan memutar kincir yang terhubung dengan generator pembangkit. Selanjutnya yaitu air yang bergerak, lagi-lagi pemanfaatannya yakni untuk membangkitkan listrik.

Teknik yang paling umum digunakan yaitu membangun sebuah bendungan, sehingga air mempunyai energi potensial, sehingga ketika air berpindah dari permukaan yang lebih tinggi ke permukaan yang lebih rendah, gerakkan tersebut akan memutar turbin untuk menghasilkan listrik.

Lalu untuk sumber energi yang tak terbarukan yang pertama adalah sumber energi yang berasal dari hasil tambang bumi. Seperti minyak bumi, gas, dan batu bara. Dari mana asalnya hasil tambang tersebut? Hal tersebut merupakan hasil dari endapan fosil makhluk hidup yang terkubur di dalam tanah selama jutaan tahun, tentu bukan waktu yang sebentar.

Selanjutnya ada energi nuklir, makna nuklir sendiri tidak selalu berkaitan dengan peledak dan sejenisnya, nuklir sendiri artinya inti, inti apa? Yakni inti dari partikel yang dinamakan atom. Energi nuklir sendiri dihasilkan dengan cara menumbukkan dua buah partikel.

Sejatinya energi nuklir itu terbarukan, karena proses tersebut selalu dapat dilakukan, hanya saja bahannya yang merupakan Uranium U-235 bukanlah sumber yang terbarukan.

Terkahir nih, kira-kira bisakah kita hidup tanpa energi? Tentu bisa jawabannya, cuman kondisi tersebut akan sangat sulit sekali bagi kita, mengingat kehidupan kita terbiasa untuk bergantung dengan banyak macam energi yang ada di dunia ini.

Pesan moralnya, biasakanlah diri kalian untuk menggunakan energi seperlunya!

Label
< Materi SebelumnyaKonsep Cahaya
Search icon