Saatnya Belajar Bahasa Pemrograman!

Lintang Erlangga - April 3rd, 2021

Ngoding itu ada dimana-mana
Ngoding itu ada dimana-mana.

Beruntung banget hidup dijaman sekarang itu, apa-apa serba ada di internet. Terkadang suka ngebayangin orang terdahulu, sebelum 90an, contoh aja orang tua kita, guru-guru, dosen-dosen, kalau mau cari ilmu kayaknya harus ngeluarin upaya yang besar dulu.

Mulai dari beli buku, kalau gak pergi ke perpustakaan, sampai harus minjem buku sama temen. Sekarang? Gak usah ditanya lagi, tinggal ngetuk layar HP dua kali, buka browser, langsung cari tuh apa yang diinginkan.

Nampaknya kemudahan yang diberikan di era ini gak hanya sekedar informasi aja, tapi tersedianya banyak macam tools yang ada, yang tentunya tujuan utamanya untuk ngebantu kita melakukan sesuatu bahkan banyak hal.

Pastinya untuk menyuruh komputer kita perlu berkomunikasi dengan alat itu, beberapa diantaranya ada yang menyediakan dalam bentuk UI atau user interface, tapi ketersediannya yang terbatas, penggunaan bahasa pemrograman nampaknya sampai saat ini masih menjadi solusi utama untuk berkomunikasi dengan komputer.

Terutama untuk keperluan-keperluan akademis kita pas kuliah, bisa itu saat praktikum, ngerjain tugas, hingga tugas akhir.

Untuk prakteknya sendiri, kita harus melakukan perubahan dari alur berpikir kita dan diterjemahkan menjadi syntax-syntax bahasa pemrograman yang dipakai. Di sinilah kemampuan pemodelann, pemecahan masalah kita semua diuji. Selain itu ngoding juka bener-bener nguji kesabaran, disaat kita telah menulis kodenya telah benar secara syntax dan secara logika (semantic), eh gak taunya eksekusinya gak jelas bin ngawur.

Hemat waktu, tenaga, dan biaya

Jurusan teknik yang berhubungan dengan merekayasa suatu produk kerap kali membutuhkan gambaran tentang rancangan yang kita buat, bisa itu berupa model, dan salah satu yang paling penting yaitu melakukan uji coba.

Kalau di Teknik Elektro, melakukan uji coba rangkaian elektronik, hingga robot tentunya memakan waktu, mulai dari ngedesain dulu skematiknya, ngerouting, nyetak PCB (Printed Circuit Board) yang terkadang kalau orderan jasanya ramai bakal lama banget dan pastinya harus mengeluarkan uang, terus jangan lupa beli komponennya, dan seterusnya.

Dengan adanya simulasi nampaknya kita bisa memangkas siklus membosankan tersebut sehingga kita dapat melakukan troubleshooting saat desain yang kita buat udah benar-benar matang.

Untuk yang jurusannya Teknik Mesin, ini bakal ngebantu banget kalau kalian sudah beres membuat desain, misal model robot, nah kalian yang ingin merealisasikannya, bisa banget menggunakan CNC, dan alat ini memerlukan sedikitnya kemampuan kita dalam bahasa pemrograman G-Code. Selain itu untuk anak-anak aero bisa juga ngebantu untuk perhitungan CFD atau Computational Fluid Dynamics.

Kalau di Teknik Sipil, kalian bakal nemuin mata kuliah seperti persamaan diferensial, hingga metode numeris (kalau di UGM namanya ini, mungkin di kampus lain beda atau bisa aja diselipkan) yang mana kedua mata kuliah tersebut mempunyai tujuan untuk membantu melakukan perhitungan pada model-model yang kompleks.

Sebagai contoh bangunan, struktur yang kompleks melibatkan banyak derajat kebebasan, bisa dimodelkan menjadi beberapa bagian kecil menggunakan FEM atau Finite Element Method, dan ini adalah salah satu materi di metode numeris (mungkin bisa cari-cari di Google, saya udah lupa konsep lanjutannya).

Untuk jurusan-jurusan lainnya, seperti Teknik Fisika, ini jelas banget bakal kebantu banget, setidaknya kalian bakal berurusan dengan Arduino lah minimal. Untuk Teknik Kimia, Teknik Geodesi, dan lainnya, kalau kalian setidaknya pernah memakai Excel, itu berarti ngoding masih menjadi bagian dari bidang kita, meskipun porsi/tingkat kepentingannya yang mungkin berbeda dengan jurusan-jurusan yang lain.

Oh ya, sedikit berbicara tentang metode numeris ini, jadi selama ini seperti saat SMP dan SMA, kita menyelesaikan suatu persamaan menggunakan cara analitik, dan solusi yang dihasilkan merupakan hasil yang sebenarnya.

Tapi beberapa persamaan sangat sulit untuk diselesaikan dikerjakan dengan analitik, atau bahkan gak ada, sehingga kita melakukan aproksimasi terhadap solusi persamaan tersebut, dan salah satu caranya yaitu menggunakan metode numeris. Salah satu contohnya yaitu persamaan diferensial.

Nambah portofolio

Kalau yang satu ini jatuhnya seperti investasi jangka panjang kalian, buat kalian yang ambisi banget buat kerja di perusahaan “mantap “sehabis lulus, setidaknya ini bisa menjadi nilai tambahan kalian.

Selain itu kemampuan ngoding bakal ngebantu juga buat bikin website pribadi kalian, yang isinya seperti prestasi-prestasi kalian, kegiatan kalian semasa kuliah, serta proyek-proyek yang kalian kerjakan, dan bisa juga untuk ngeblog.

Kalau bisa bikin sendiri ngapain harus nyuruh orang lain ya gak? Biasanya kalau anak-anak elektro ataupun informatika pakai domain github.io buat bikinnya.

Oke kita sampai pada penghujung artikel, kesimpulannya apakah ngoding wajib? Jawabannya sangat membosankan dan menyebalkan, semuanya relatif dan tergantung, eittss saya ganti jawabannya, pokoknya kalau kalian mau belajar, silahkan latihan ngoding kalau gak mau juga gak masalah (kecuali Teknik Informatika atau Teknologi Informasi, mohon maaf kalau yang ini).

Tapi kalau kalian mau banyak melakukan eksperimen saat kuliah, kemampuan untuk ngoding bakal ngebantu banget.

Sebagai penutup saya mau berterima kasih kepada teman-teman saya semasa kuliah yang telah berbagi tentang secercah kegiatan kalian semasa kuliah.

Labelteknikprogrammingbahasa pemrogramanngodingkuliah teknik
Lintang Erlangga
Lintang Erlangga

Lintang Erlangga merupakan alumni Teknik Elektro UGM 2016, dan juga mantan anggota Gadjah Mada Robotics Team sebagai perwakilan kampus pada kompetisi robot tingkat regional hingga nasional.